Kami juga menyediakan tur ke tujuan lain, salah satunya adalah tur ke gunung Bromo. Kami mampu mengambil Anda dari Surabaya, Malang atau pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Pada hari pertama kru kami akan membawa Anda berkendara ke desa Cemara lawang (2200m) yang merupakan pintu masuk yang paling populer bagi pengunjung dengan melewati lereng pertanian masyarakat Tengger. check-in dan bermalam di hotel, jika Anda datang lebih awal mungkin anda berkesempatanuntuk  menikmati matahari terbenam di Bromo.

Pada hari ke-2, siap untuk memulai perjalanan pagi dengan kendaraan 4WD untuk mencapai puncak Penanjakan (2770m) untuk menunggu matahari terbit. Setelah menikmati matahari terbit melanjutkan perjalanan dengan menyeberangi lautan pasir  untuk mencapai tempat parkir di tengah Caldera (diameter sekitar 10 km), Caldera terisi dengan pasir berwarna abu-abu dan itu disebut Lautan Pasir atau Sand Sea. Para pengunjung akan berjalan melalui hamparan pasir ini dalam perjalanan mereka ke Gunung Bromo. Berdiri di ketinggian 2329m Gunung Bromo bukan merupakan gunung berapi tertinggi di Jawa. Tertinggi adalah Semeru (3676m) yang terletak di selatan Gunung Bromo dan disebut Mahameru, yang berarti “gunung besar”, Gunung Semeru adalah salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesiayang mana  terus menerus menyemburkan uap dari puncak.

Pemandangan utama tentu saja Gunung Bromo selalu berasap dan ujungnya yang dipengaruhi dengan sulfur. dan antara tempat parkir ke puncak Bromo Anda akan melewati Candi Poten (candi Hindu)  kemudian harus mendaki 245 anak tangga. Di sudut kanan terlihat ada gunung lain yang disebut Batok (2440m) di mana anda dapat menemukan beberapa vegetasi yangtumbuh di atasnya seperti pakis, acinium (jenis semak yang hanya tumbuh di dataran tinggi) dan keluarga dari Casuarina (pohon cemara).

Pastikan untuk membawa pakaian hangat dan suhu dapat turun mencapai angka lima derajat Celcius di pagi hari ketika Anda mulai untuk menikmati matahari terbit dan akan semakin hangat saat matahari terbit sementara Anda menjelajahi Caldera dan gunung Bromo Pada saat yang sama Anda akan bertemu dengan orang-orang lokal yang menjual souvenir atau sebagai joki kuda, meskipun di Jawa tetapi mereka bukan orang Jawa mereka di sebut orang Tengger itu berhubungan dengan sejarah nenek moyang mereka yang datang ke daerah Bromo sekitar abad ke-15. Tengger sendiri adalah penggabungan dari nama nenek moyang mereka yang bernama Roro Anteng dan Joko Seger. Orang-orang Tengger menganut ajaran agama Hindu dan menurut kalender mereka sendiri setiap 14 Kasodo mereka selalu memiliki perayaan besar untuk menghormati nenek moyang mereka  dengan melemparkan beras, buah-buahan, sayuran, bunga dan banyak hal lainnya ke kawah Gunung Bromo sebagai simbolis doa dan rasa berterima kasih kepada para dewa gunung.

09.00 : kembali ke hotel untuk sarapan, mandi dan siap untuk menghantar anda ke tujuan berikutnya. Akhir layanan kami.